KUMPULAN LAGU LAWAS





KUMPULAN LAGU LAWAS

SURATANTOMMY J.PISA


ingin ku menangis saat ku terpaku
mengenangkan nasib diri yang tiada arti
tak pernah ku nikmati megahnya dunia
bahkan ku tak pernah tahu
cantiknya raut wajahmu duhai kekasih
* hari-hari berlalu bagai dalam mimpi
seakan ku berjalan di balik awan kelabu
yang ada hanya hitam, yang ada hanya kelam
aku melangkah dengan perasaan
reff:
mengapa daku terlahir ke dunia ini
hanya menanggung beban duka dan derita
pernah ku sesali namun itu tiada arti
kini aku sadari semua itu suratan dariNya
(tabahkan hatimu sayang, tabahkan hatimu kasih
tiada guna kau sesali, tiada guna kau tangisi
semua itu sudah suratan dariNya)
repeat *
repeat reff [2x]
kini aku sadari semua itu suratan dariNya


















Biarkan Aku Menangis
 Tommy J Pisa



Kelmarin kau masih bersamaku

Bercumbu dan merayu
Adakah hari esok untuk kita bercinta
Seperti yang telah kita lewati

Mengapa terlalu cepat kau pergi
Tinggalkan derita bersamaku
Kenyataan ini begitu memilukan
Ingin kurasa turut serta

Tiada guna aku hidup begini
Tanpa belaian kekasih yang amat kusayangi
Kepedihan yang kini kurasakan
Darimu yang mencintai aku

Biarlah kurelakan kau pergi
Tinggalkan batu nesan
Kudoakan kau bahagia di sisiNya
Sementara biarkan aku menangis..




 Di batas kota ini

                        Tommy J Pisa                       
Di batas kota ini ku menatap wajahmu
Perpisahan ini membuat luka di hati
Ingin ku berlari namun tak kuasa diriku
Engkau menangis dalam pelukanku
Sendiri kau terpaku melepas kepergianku
Air mataku berlinang
Membasahi pipi
Seakan kau sesali perpisahan ini
Janganlah kau sesali
Janganlah kau tangisi
Aku pergi untuk kembali lagi
Hapuslah air matamu
Hapus luka hatimu
Nantikan aku di batas kota ini
Pelabuhan jadi saksi
Dermaga tua menanti
Disaat engkau berjanji
Tuk kembali lagi
Di pelabuhan Belawan
Kulepas dirimu kasih
Kuharap engkau kembali untukku lagi




Di Sini Di Batas Kota Ini

Vokal : Tommy J Pisa
Di sini di batas kota ini
Ingin kutuliskan surat untukmu
Biar engkau mengerti
Perjalanan hidupku
Di dalam menggapai cita cita

Rintangan yang datang silih berganti
Pedih perih mencekam menusuki
Aku mengharap selalu doa suci dari mu
Duhai kasih tambatan hatiku

Kukenang lagi saat menjelang perpisahan
Kau menangis di pangkuanku
Begitu tulus akan cinta kasihku
Semakin pilu aku mengenangmu

Mungkinkah kau masih mengharapkanku
Kini tubuhku penuh dengan duka
Gagal dan gagal lagi apa yang aku cari
Tangis perih tersimpan dalam hati




Tommy J Pisa  Surat untuk kekasih


Di kamar ini ingin ku tulis lagi
Sepucuk surat untukmu kekasih
Ingin ku tumpahkan semua duka ini
Betapa pedihnya hidupku di rantau orang
Dua tahun sudah ku tabahkan hati
Hanya cita-cita yang membuatku bertahan
Perjalanan ini penuh dengan duri
Smoga kau mengerti kenyataan ini
Disini di jantung kota kulabuhkan harapan
Demi masa depan engkau dan aku
Disini walau banyak rintangan ku hadapi
Biarlah ku kan tetap tegar melangkah
Smoga engkau slalu tabah menantiku
Doakanlah biarku cepat kembali
(Mana ku tahu kasih
Tentang kau yang disana
Sedang surat tiada pernah ku terima
Mungkin orang tuaku sembunyikan semua
Seakan tak pernah merestui kita)
Dua tahun sudah ku tabahkan hati
Hanya cita-cita yang membuatku bertahan
Perjalanan ini penuh dengan duri
Smoga kau mengerti kenyataan ini
Disini di jantung kota kulabuhkan harapan
Demi masa depan engkau dan aku
Disini walau banyak rintangan ku hadapi
Biarlah ku kan tetap tegar melangkah
Smoga engkau slalu tabah menantiku
Doakanlah biarku cepat kembali
(Mana ku tahu kasih
Tentang kau yang disana
Sedang surat tiada pernah ku terima
Mungkin orang tuaku sembunyikan semua
Seakan tak pernah merestui kita)
Disini di jantung kota kulabuhkan harapan
Demi masa depan engkau dan aku
Disini walau banyak rintangan ku hadapi
Biarlah ku kan tetap tegar melangkah
Smoga engkau slalu tabah menantiku
Doakanlah biarku cepat kembali
Smoga engkau slalu tabah menantiku
Doakanlah biarku cepat kembali



EBITBERITA PADA KAWAN

Perjalanan ini

Trasa sangat menyedihkanSayang engkau tak dudukDisampingku kawan

Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan


Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatapkering rerumputan


Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil Menangis sedih ...


Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini


Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak Kepada matahari


Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiriTerpaku menatap langit


Barangkali di sanaada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan banggadengan dosa-dosa

Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada Rumput yang bergoyang




Lirik lagu: Bujangan- Rhoma irama

Katanya enak menjadi bujangan
Ke mana-mana tak ada yang larang
Hidup terasa ringan tanpa beban
Uang belanja tak jadi pikiran
O, bujangan bujangan
Bujangan bujangan

Enaknya kalau jadi bujangan
Hidup bebas bagai burung terbang
Kantong kosong tidak jadi persoalan

Tapi susahnya menjadi bujangan
Kalau malam tidurnya sendirian
Hanya bantal guling sebagai teman
Mata melotot pikiran melayang
O, bujangan bujangan
Bujangan bujangan

Susahnya kalau jadi bujangan
Hidup tidak akan bisa tenang
Urusi segala macam sendirian

Ho, boleh saja hidup membujang
Pabila hidup belum mapan
Asalkan jangan suka jajan

Ho, tidak boleh hidup membujang
Kalau untuk bebas berkencan
Dengan gonta-ganti pasangan

Kalau memang semuanya sudah mungkin
Tentu lebih baik kawin
Karena bahayanya hidup sendirian
Berat menahan godaan
 Buta Tuli- Rhoma irama

Tak buta dua mata, namun tiada melihat
Tiada tuli telinga, namun tiada mendengar
Yang buta, yang buta, yang buta mata hatinya
Yang tuli, yang tuli, yang tuli kesombongannya
Sehingga tiada melihat tanda kebesaran Tuhan
Sehingga tiada mendengar peringatan dari Tuhan, oh

Adanya diri ini bukti adanya Tuhan
Adanya alam ini bukti adanya Tuhan
Yang buta, yang buta, yang buta mata hatinya
Yang tuli, yang tuli, yang tuli kesombongannya
Sehingga tiada melihat tanda kebesaran Tuhan
Sehingga tiada mendengar peringatan dari Tuhan, oh

Kebanyakan penghuni neraka
Dari bangsa jin dan manusia
Karena mereka tak menggunakan
Segala indera yang diberikan

Punya akal tapi tak berpikir
Punya hati tak merasa
Punya mata tapi tak melihat
Punya kuping tapi tak mendengar

Sebagai manusia yang punya pemikiran
Kalau tak kenal Tuhan maka seperti hewan

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli
Darah muda

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya
Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Darah muda











DAWAI ASMARA-Rhoma irama

 Dawai asmara bergetar syahdu
Mengalunkan senandung rindu
Belaian mesra membuai jiwa
Tak terlukiskan bahagia

Hanyut dalam gelora cinta
Hanyut di dalam suka cita
Tenggelam dalam madu cinta
Tenggelam di dalam bahagia

Dawai asmara bergetar syahdu
Mengalunkan senandung rindu
Belaian mesra membuai jiwa
Tak terlukiskan bahagia

Syair para pujangga mengabadikan cinta
Hati para dewasa pasti tersentuh cinta
Ada yang lembut dan manja
Cinta membuat terlena
Ada kala bergelora
Bak debur ombak samudera

Pesona cinta menggapai sukma
Menjanjikan sejuta indah
Terbit selera tergugah jiwa
Tuk menyemaikan benih cinta
Semoga putik kan berbunga

Semoga panggil kan berjawab
Ku ingin hidup dengan cinta
Ku ingin selalu bersamanya
Pesona cinta menggapai sukma
Menjanjikan sejuta indah
Terbit selera tergugah jiwa
Tuk menyemaikan benih cinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Las OAW (Oksigen Asetilen Welding)

LAS GAS ( OKSI-ASITILIN )

informasi masuk POLMED (POLITEKNIK NEGERI MEDAN)