INDUSTRIL SOLDERING ( SOLDER )
Solder adalah alat pemanas
untuk melelehkan timah sehingga menempel pada kaki-kaki transistor atau komponen elektronika lainnya, sehingga
kaki-kaki tersebut bersatu dengan jalur pada pcb (printed circuit board). Keterampilan yang paling dasar yang
diperlukan untuk merakit / memperbaiki
perangkat elektronik adalah teknik menyolder. Teknik menyolder ini tidak
bisa secara instant dikuasai, bagi lulusan sekolah sekolah teknik ini merupakan
pelajaran yang mendasar. Sedangkan untuk orang awam ini membutuhkan latihan
beberapa waktu untuk membuat sambungan yang sempurna.
Berbagai jenis solder tersedia banyak
pilihan tergantung pada anggaran anda, perangkat yang anda kerjakan dan
seberapa serius anda dalam bidang ini. Untuk penggunaan seperti reparasi HP
misalnya digunakan solder tipe blower / hot air. Solder jenis ini memiliki
temperatur yang dapat diatur dari 100C sampai 540C.
jenis ini merupakan yang paling banyak
digunakan karena harganya yang relatif murah, untuk keperluan merakit / servis
sudah cukup memadai. Walaupun sebenarnya jika kita memilih merk yang bagus akan
lebih mahal tetapi seimbang dengan kualitasnya, misalnya goot / hakko dan
lainnya. Solder yang memiliki pemanas tipe keramik biasanya lebih mahal dan
lebih panjang umurnya dibandingkan dengan solder dengan pemanas tipe coil.
Ada beberapa jenis solder yang memiliki
pengaturan suhu secara otomatis. Solder biasa tidak memiliki fitur ini, ciri
solder ini adalah memilliki box kontrol terpisah dari solder tersebut.
Kelebihan jenis ini adalah bila dinyalakan seberapa lama pun suhunya akan
stabil / konstan sehingga tidak merusak solder itu sendiri begitu juga dengan
tegangan yang naik turun tidak akan mempengaruhi suhu solder, sedangkan
pada solder biasa suhunya akan meningkat seiring tegangan yang diberikan dan
waktu menyalakannya, bila dibiarkan terus menerus menyala biasanya ujung solder
dekat elemen akan meleleh. Spesifikasi yang biasa terdapat untuk jenis ini
misalnya :
· Heating Element : Ceramic Heater
· Temperature Range : 200 ~ 480 °C
· Temperature Stability : ± 1 °C (no load)
· Tip to Ground Resistance : di bawah 2Ω
· Tip to Ground Potential : di bawah 2mV
Blower merupakan salah satu varian dari
Solder. Disebut blower karena proses penggunaannya menggunakan udara. Pada
blower standar yang digunakan dalam praktikum, terdapat 2 pengaturan.
Pengaturan pertama merupakan kekuatan panas (heating) yang akan dikeluarkan
melalui mata solder, dan pengaturan yang lain merupakan tekanan (kekuatan
hembusan) udara yang akan dipancarkan. Kedua pengatur ini bekerja secara linier
satu sama lain. Semakin tinggi suhu udara yang dipancarkan, akan bertambah kuat
lagi jika dinaikkan tekanan uadara yang akan dikeluarkan..
Adapun spesifikasi blower yang biasa
digunakan adalah :
- Solder Uap Welding Remover Untuk soldering dan
desoldering komponen SMD yang sangat kecil
- Dapat digunakan untuk heat shirt tube,
- Heat energy test dan heat processing
- Temperatur dapat diatur dari 100C sampai 540C
- Dengan circuit Anti-static untuk melindungi kerusakan komponen
Dan berikut ini beberapa hal yang harus
dipertimbangkan sebelum membeli solder:
Tegangan :
Yang harus diingat adalah tegangan kerja solder tersebut hendaknya disesuaikan dengan tegangan yang dimiliki.Umumnya tegangan nya adalah 220-240VAC, untuk beberapa solder tertentu ada juga yang memiliki teganga kerja dc, yaitu 12-48VDC dengan pemakaian arus hingga 3-4A. Bandingkan dengan solder AC yang memiliki arus <0,5A, tapi solder jenis ini agak jarang.
Yang harus diingat adalah tegangan kerja solder tersebut hendaknya disesuaikan dengan tegangan yang dimiliki.Umumnya tegangan nya adalah 220-240VAC, untuk beberapa solder tertentu ada juga yang memiliki teganga kerja dc, yaitu 12-48VDC dengan pemakaian arus hingga 3-4A. Bandingkan dengan solder AC yang memiliki arus <0,5A, tapi solder jenis ini agak jarang.
Daya / Watt:
Biasanya, rata rata teknisi menggunakan solder dengan rating daya antara 30-40 watt atau lebih, Saya sendiri selalu menggunakan yang 40W karena jika menggunakan 30W akan sulit untuk mencabut Transistor besar di TV rusak. Secara teori solder yang memiliki daya lebih besar maka akan lebih tinggi juga suhu yang dihasilkan, pertimbangkan untuk membeli sesuai dengan kebutuhan kita. Untuk kebutuhan perangkat elektronik 30-40W sudah memadai.
Biasanya, rata rata teknisi menggunakan solder dengan rating daya antara 30-40 watt atau lebih, Saya sendiri selalu menggunakan yang 40W karena jika menggunakan 30W akan sulit untuk mencabut Transistor besar di TV rusak. Secara teori solder yang memiliki daya lebih besar maka akan lebih tinggi juga suhu yang dihasilkan, pertimbangkan untuk membeli sesuai dengan kebutuhan kita. Untuk kebutuhan perangkat elektronik 30-40W sudah memadai.
Perlindungan Anti-statis:
Bila anda berniat untuk menyolder komponen seperti MOSFET / IC EEPROM / IC berjenis CMOS yang rentan terhadap listrik statis maka solder biasa yang umum tidak akan cocok digunakan, akan lebih baik jika menggunakan solder yang memiliki pengaman anti statis seperti yang dimiliki jenis High Precision Thermostat Solder / Solder dengan kontrol suhu seperti diatas.
Bila anda berniat untuk menyolder komponen seperti MOSFET / IC EEPROM / IC berjenis CMOS yang rentan terhadap listrik statis maka solder biasa yang umum tidak akan cocok digunakan, akan lebih baik jika menggunakan solder yang memiliki pengaman anti statis seperti yang dimiliki jenis High Precision Thermostat Solder / Solder dengan kontrol suhu seperti diatas.
Nah bagaimana jika kita hanya memiliki
solder biasa namun perangkat yang kita solder merupakan komponen yang sensitif.
Gampang, buat saja grounding buatan, caranya lilitkan kabel ke ujung / body
solder pemanas ( bagian logamnya ) beri kabel agak panjang. Ujung satunya
disambungkan ke paku yang sebelumnya sudah dipakukan ke tembok, semakin dalam
paku tersebut menancap akan semakin baik groundingnya, kelembaban tembok juga
menentukan baik buruknya grounding. Saya biasa menggunakan paku beton 12cm
untuk grounding buatan ini dan cukup bagus hasilnya.
Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan
menggunakan campuran pateri.
Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara
dua kabel yang dijepit, mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat. Pematrian
menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan.
Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh
yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan
dipateri. Ketika dua potong logam dipateri bersama, lapisan tipis pateri
menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik.
Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan
biasanya mengandung flux pateri.
Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan
Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut:
- Jangan
sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan
menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri
panas.
- Pastikan
untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. Jangan
memegang bagian logam yang tidak berisolasi.
- Jangan
membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan
bahan-bahan mudah terbakar. Bagian logam harus selalu diletakkan pada
tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan.
- Jangan
memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. Pateri akan membakar
dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang.
- Bagian
ujung besi pateri (soldering iron tip)
harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. Apabila
terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada
kulit.
- Jangan
menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. Asap ini dapat
menyebabkan masalah sistem pernafasan.
- Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik,
jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin.
- Jangan
menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik.
- Pastikan
bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan
dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian.
SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER
Pateri adalah logam campuran, yang terbuat dari
campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. Perbandingan
ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia.
Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal,
tidak akan meleleh seketika. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur
1830C (3610F), tetapi belum
meleleh sepenuhnya
sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). Di antara dua
temperatur ini, pateri berada dalam keadaan plastik atau semi-cair.
Kisaran plastik pateri berbeda-beda, bergantung pada
rasio timah dengan timbal. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40%
timbal), kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50.
ateri dengan rasio 63/37, yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran
plastik, dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F).
Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian
dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan
rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. Karena kisaran plastik jenis
60/40, maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan
selama masa pendinginan. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal
sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang
kasar, tidak beraturan dan terlihat kusam, tidak cerah dan tidak mengkilat.
Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan
memerlukan pematrian ulang.
Wetting Action
Ketika pateri panas (hot solder) terkena
kontak dengan permukaan tembaga, reaksi larutan logam terjadi. Pateri menjadi
larut dan menembus permukaan tembaga. Molekul-molekul pateri dan tembaga
bercampur untuk membentuk campuran baru, yaitu campuran yang sebagian tembaga
dan sebagian pateri. Reaksi larutan ini disebut wetting dan
membentuk pengikatan antar-logam di antara bagian-bagian logam. Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan
tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika
logam terkena udara. Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai
temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri.
Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih,
akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. Agar
penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik, oksida di permukaan harus
dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux.
Flux
Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini, maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator.
Fungsi flux adalah
untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian.
Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang
sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat.
Akan tetapi, dalam keadaan tidak dipanaskan, rosin flux tidak
korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi
rangkaian. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida, dan juga
mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk
pengikatan intermetallic yang diinginkan.
Flux harus
dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri
sehingga fluxdapat melakukan tugasnya sebelum terjadi
pematrian. Flux menguap dengan sangat
cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk
dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan
oleh ujung hot iron untuk memberikan
manfaat penuh dari tindakan fluxing. Ada
berbagai macam flux tersedia untuk banyak
tujuan dan aplikasi. Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu
dibersihkan, Rosin – Dapat diaktifkan
dengan mudah dan larut dalam air.
Ketika digunakan, flux cair harus
diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaan-permukaan yang
disambung dan sebelum diberikan panas. Cored wire solder dan
solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa
sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungan-sambungan saat pateri
meleleh. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi
kerusakan pada bagian-bagian dan bahan-bahan di sekeliling.
Soldering Iron
Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri.
Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya
harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah.
Ketika tidak digunakan, iron (mata
solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan
ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil.
Mengontrol Panas
Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas, berapa panasnya, dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. Pemilihan ukuran batang solder yang benar, dan ukuran tip atau mata solder yang benar, adalah faktor penting dalam mengontrol panas.
Thermal Mass
Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermalmass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar.
Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing
dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan
kenaikan temperatur bagian yang dipateri.
Kondisi Permukaan
Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead, maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas. Meskipun iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar, iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri.
Thermal Linkage
Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. Ini adalah bidang kontak di
antara iron tip dan pekerjaan.
Gambar di atas memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri
sebuah leadkomponen. Panas ditransfer melalui area kontak
kecil di antara soldering iron tip dan pad. Area thermal linkage ini
adalah kecil.
Gambar di atas juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri leadkomponen. Dalam kasus ini, area kontak lebih besar
dengan menempatkan pateri pada titik
kontak dalam jumlah kecil. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen
sehingga meningkatkan thermal linkage lebih
lanjut. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas
secara cepat pada bidang pekerjaan.
Melakukan Pematrian / Applying Solder
Pada umumnya, soldering iron tip harus
diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. Hal ini akan memungkinkan
terjadinya peningkatan thermal yang
cepat di bagian-bagian yang dipateri. Pateri yang meleleh selalu
mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas.
Sebelum pateri diaplikasikan, temperatur permukaan
bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh
pateri. Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan
membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih
pateri. Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih, diaplikasikan
dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh
dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan
yang mulus dan rata, dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Pematrian yang
tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal, tidak beraturan dan
tidak rata. Agar memiliki sambungan pateri yang kuat, bagian-bagian yang sedang
dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat.
Apabila memungkinkan, gunakan pateri pada bagian atas
sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri, yang akan
memungkinkan gravitasi membantu pater.mengalir. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar
akan membantu mengontrol jumlah pateri yang digunakan pada sambungan. Gunakan
diameter kecil untuk sambungan kecil, dan diameter besar untuk sambungan besar.
Pembersihan setelah Solder
Ketika diperlukan pembersihan, sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin, tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan, menyemprot, menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih.
Larutan pembersih, larutan dan metode-metode yang
digunakan tidak boleh mempengaruhi bagian-bagian, sambungan, dan material yang
sedang dibersihkan. Setelah melakukan pembersihan, keringkan area yang dipateri
dengan secukupnya, dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak
dengan permukaan yang panas.
Solder Ulang
Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. Ketika perlu
melakukan pematrian ulang, standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula.
Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak
biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan
ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. Apabila pemanasan ulang tidak
memperbaiki kondisi yang rusak, pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri
kembali.
Kualitas Pekerjaan / Quality of Work
Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan, ujung yang tajam, kerikil halus, longgar, memar, atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tanda-tanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri.
Sambungan pateri yang dapat diterima harus
memperlihatkan bukti adanya wetting dan
sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri.
Pateri harus membentuk sudut kontak kecil, yang menunjukkan adanya penyatuan
metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan.
Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan
tidak rata di fillet atau lapisan pateri
dapat diterima. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen
harus terlihat jelas.
Ketika memateri, ikutilah pedoman-pedoman berikut:
- Gunakan
perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui
daya konduksi ke kabel, yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan
pateri. Jangan memanaskan pateri langsung.
- Pastikan
bahwa terdapat solder fillet di
antara core (konduktor) dan
terminal atau clip, tetapi
tidak pada insulator apabila menggunakan clip. Pastikan
bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka, dan semua clip.
- Apabila memateri
di sekitar terminal, pastikan pateri mencakup konduktor, tetapi tidak
semua bagian konduktor. Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung
terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar
pateri tidak mengalir ke terminal.
- Jangan
menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing
tidak terlihat.
- Jangan
membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi.
- Jangan
meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam, ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan.
- Jangan
meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder, atau
menonjol pada insulator.
- Jangan
memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik. Selalu putuskan
hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan.
Perkakas / Tools
Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika
mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:
- Diagonal
pliers, yang lazim disebut sebagai side cutter, digunakan untuk memotong kabel lunak
dan lead pada komponen-komponen. Perkakas ini
tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja.
- Long-nose atau needle-nose pliers,
digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat
dipuntir di sekeliling terminal post, dimasukkan ke dalam terminal eye.
- Wire
stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel
pengait (hook-up wire). Ada berbagai jenis stripper, yang berkisar antara jenis sederhana
yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai
ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter.
- Soldering
iron adalah perkakas standar dalam industri yang
digunakan untuk memateri kabel bersama. Ada banyak jenis perkakas yang
digunakan untuk tujuan ini, misalnya soldering gun, jenis
pensil, dll. Soldering iron diklasifikasikan
berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya, yang dengan demikian juga
diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat
dihasilkannya. Gun dengan
voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering
gun yang paling populer. Jenis pekerjaan akan menentukan
berapa ukuran iron yang harus digunakan.
- Heat
sink digunakan untuk mencegah panas yang
berlebihan (overheating) saat memateri
atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap
panas. Heat sinkumumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana
panas diaplikasikan. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas
yang dikonduksi oleh komponen.
- Desoldering
tool adalah perkakas yang menyederhanakan
pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang
ditandai dengan goresan ketika leadkomponen
dibersihkan dari lubang-lubangnya. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari
pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan.
Persiapan Kabel / Wire Preparation
- Dua kabel
atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus
dihubungkan secara listrik. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak
diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan
kabel lainnya yang tidak diisolasi. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel
tidak terpisah, atau hubungan mengalami korosi, kabel-kabel tersebut
dipateri di bagian sambungan (junction).
- Sebelum
kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri, kabel-kabel harus dipersiapkan
dengan benar. Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung
kabel, sehingga memberikan terminal lead yang
dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau
connector contact.
- Setelah
mengelupaskan isolasi, periksalah kabel apakah terdapat goresan dan
perubahan warna. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak
tergores atau rusak, maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut. Apabila
kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap, maka harus dibersihkan
sebelum dipateri.
- Langkah
terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. Apabila menggunakan kabel-kabel yang
terdiri dari helaian-helaian kabel, maka kabel harus dipuntir dan
ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan
pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri.
Hubungan Mekanis / Mechanical Connection
- Beberapa
dari connector yang lebih umum
adalah post terminal dan splice. Gambar
di atas memperlihatkan sambungan ke terminal post. Kabel harus dihubungkan dengan aman pada
post melalui ¾ hingga satu putaran penuh. Jangan memutar kabel pada post
beberapa kali. Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah
apabila sambungan perlu dipateri ulang.
- Gambar di
atas memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait
(hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip
- Apabila
dua kabel akan disambung, prosedur yang dianjurkan adalah memuntir
masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook).
Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. Hal yang
dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning
terlebih dahulu sebelum memateri. Gambar di atas memperlihatkan sambungan hook splice.
- Ketika
menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke
terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan
adalah menggunakan heat sink device. Gambar di atas memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Heat sink berfungsi
sebagai beban panas (heat load)
sehingga mengurangi transfer panas ke diode.
Komentar
Posting Komentar